Arief Boediman: Terlalu Dini Menaikkan Harga BBM Ketika Pemullihan Ekonomi Sedang Berlangsung - SEPUTAR IQ
HEADLINE HARI INI
Loading...

9/06/2022

Arief Boediman: Terlalu Dini Menaikkan Harga BBM Ketika Pemullihan Ekonomi Sedang Berlangsung

WAKA CYBER  DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Demokrat Sumsel, Arief Boediman sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang menaikan BBM terlalu dini.

Menurutnya, saat ini jutaan umat manusia dihadapkan dengan tidak kepastian global dan khususnya Indonesia, yang saat ini masih dalam proses pemulihan ekonomi pasca pandemi. Seharusnya kebijakan pemerintah itu harus pro terhadap rakyat kecil, tak ada hal yang lebih penting selain kesejahteraan rakyat.

"Seharusnya untuk menekan laju inflasi itu sendiri, ya lebih diutamakan meningkatkan daya beli masyarakat. Jika BBM dinaikkan, sudah hukum alam kebutuhan pokok dan lain-lain akan ikut naik. Kalau kebutuhan masyarakat naik, itu udah pasti juga akan berdampak kepada daya beli masyarakat yang mana akan ikut menurun dan akan berdampak besar, seperti angka kemiskinan yang juga akan meningkat." ucap Arief Boediman, WAKA CYBER  DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Demokrat Sumsel.

Presiden mengatakan pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi BBM ke berbagai bentuk bantuan "yang lebih tepat sasaran". Pemerintah akan memberikan Rp150.000 per bulan selama empat bulan, mulai September 2022 kepada 20,65 juta keluarga tidak mampu. Anggaran pemerintah untuk BLT ini sebesar Rp12,4 trilun.

Kemudian, bagi pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan, akan diberikan bantuan subsidi upah sebesar Rp600.000 yang dibayarkan satu kali. Untuk bantuan ini, pemerintah menganggarkan 9,6 triliun untuk 16 juta pekerja.

Arief juga menegaskan, mau bentuk pengalihannya seperti apa. Jika sama halnya dengan seperti bantuan yang sudah ada sebelumnya, sama saja pemerintah saat ini sedang melakukan pemborosan. Karena menurut dia, bantuan-bantuan yang  dikelurkan pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran dan cendrung salah sasaran, seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), KIS dan lain-lain.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda
Tambahkan Komentar
Sembunyikan Komentar