Informasi Berita dan Fakta Tentang Tes IQ - SEPUTAR IQ
INFORMASI BERITA HARI INI PERISTIWA TERUPDATE

Informasi Berita dan Fakta Tentang Tes IQ

SEPUTAR IQ - Intelligence Quotient (IQ) merupakan salah satu indikator untuk mengukur kecerdasan seseorang. Kecerdasan yang dimaksud, yaitu kecerdasan yang terbentuk dari proses belajar dan pengalaman hidup seseorang.

Pengertian IQ adalah?

Secara garis besar, IQ menggambarkan kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, memahami, mengevaluasi, mengolah, memahami lingkungan, dan bertindak secara terarah. 

Biasanya, IQ memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan intelektual, logis, analitis, pemecahan masalah matematis, dan strategi. Selain itu, IQ juga berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, merespon atau menanggapi hal-hal yang ada disekitarnya, serta kemampuan dalam mempelajari materi, seperti matematika.

Melalui sekolah, kecerdasan ini diasah dengan berpikir secara rasional. Misalnya ketika kita belajar tentang matematika, kita mengerti untuk memahami, menganalisis dan memecahkan masalah dari masalah tersebut.

(Baca juga: Malam Satu Suro Adalah Malam Apa, Kapan Dilaksanakannya Malam Satu Suro?)

Bagaimana konsep IQ?

Konsep IQ ditemukan dan pertama kali direncanakan oleh Francis Galton (sepupu dari Charles Darwin, Bapak Evolusi). Galton mengambil dasar teori Darwin tentang konsep mempertahankan hidup individu dalam suatu spesies.

Sederhananya, begitulah teori bagaimana setiap orang bertahan hidup, karena kelebihan sifat tertentu yang mereka miliki dan diturunkan dari orang tua mereka. Galton juga merancang tes yang mengukur kecerdasan manusia dari aspek kelincahan dan refleks otot. 

Baru pada awal abad ke-20, Alfred Binet, seorang psikolog dari Perancis, mengembangkan alat untuk mengukur kecerdasan manusia yang kini digunakan oleh banyak orang. Pada tahun 1983, penelitian tentang konsep tes kecerdasan manusia diakhiri oleh psikolog Harvard, Howard Gardner.

Dia menyatakan bahwa kecerdasan manusia bukanlah konsep tunggal atau umum. Menurutnya, kecerdasan adalah sekumpulan kemampuan tertentu dan berjumlah lebih dari satu. Ini adalah fungsi dari bagian otak yang terpisah, dan merupakan hasil dari evolusi jutaan tahun manusia.

Fakta tentang IQ?

Seiring dengan perkembangan zaman, manusia mulai menyadari pentingnya kecerdasan dan pengujian. Banyak psikolog yang mulai meneliti dan membuat berbagai hipotesis tentang kecerdasan. Perbedaan pendapat muncul dengan alat bukti masing-masing yang dianggap kuat oleh masing-masing pihak.

Ada yang penyelesaiannya bahwa kecerdasan adalah konsep tunggal yang disebut Faktor G (Kecerdasan Umum). Ada juga yang berpendapat bahwa kecerdasan pada dasarnya terbagi menjadi dua kemampuan perangkat, yaitu fluid (Gf) dan crystallized (Gc).

Jadi, sepanjang abad ke-20, banyak jenis tes kecerdasan yang akhirnya didasarkan pada pandangan ini. Faktor lain yang berkontribusi dan berperan besar dalam membentuk kecerdasan seseorang adalah faktor genetik.

Inilah teori yang dimaksud oleh Galton. Jadi, umumnya tingkat IQ seseorang tidak jauh berbeda dengan saat ia masih kecil hingga dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya hal lain yang mempengaruhi tingkat kecerdasan intelektual seseorang. Misalnya seperti lingkungan dan ilmu yang diperoleh selama proses akademik.

Jenis tes IQ?

Menurut Gardner, pada mulanya ada beberapa jenis kecerdasan manusia. Beberapa jenis IQ tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kecerdasan Linguistik (Verballinguistic)
  • Kecerdasan Matematis Atau Logis (Logis-Matematis)
  • Kecerdasan Spasial (Visual-Spasial)
  • Kecerdasan Kinetik Dan Fisonik (Kinestetik-Fisik)
  • Kecerdasan Musikal (Musikon-Ritonmal)
  • Kecerdasan Antara Manusia dan Manusia (Komunikasi-Antarpribadi)
  • Kecerdasan Komunikasi Bahasa atau Pikiran (Komunikasi-Intrapribadi)
  • Kecerdasan Alami (Naturalist)
Well, seiring waktu berjalan, aspek lain kecerdasan berikutnya adalah transendental. Kecerdasan itu termasuk sisi kerohanian (Spiritualitas). Meskipun jenis kecerdasan ini akhirnya mendapatkan popularitas, teori eksistensial ini banyak dikritik karena kurangnya bukti empiris.

Oleh karena itu, para ahli tidak membatasi diri untuk mendefinisikan apa itu kecerdasan, alat apa yang digunakan untuk mengukurnya, dan apa arti skor kecerdasan individu.

Di beberapa negara maju, banyak yang tidak lagi menggunakan istilah tes IQ. Sebaliknya, mereka menyebutnya tes khusus, seperti tes kemampuan akademik, tes kecerdasan verbal, Dll.

Bagikan artikel ini

1 komentar