Inflasi Gila-Gilaan 7 Negara Terancam Bangkrut - SEPUTAR IQ
INFORMASI BERITA HARI INI PERISTIWA TERUPDATE

Inflasi Gila-Gilaan 7 Negara Terancam Bangkrut

Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga secara umum dan terus menerus, dengan kata lain inflasi juga merupakan proses menurunya nilai mata uang secara continue, bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu inflasi. Inflasi merupakan indikator untuk melihat tingkat perubahan dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus menerus, dan saling pengaruh mempengaruhi. Inflasi dapat digolongkan menjadi 4 golongan yaitu, inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi.

Inflasi diukur dengan menghihitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga, menurut Rimsky K. Judisseno mengungkapkan bahwa inflasi ialah salah satu kejadian yang di mana moneter yang ditunjukkan dari satu kecendrungan dari naiknya harga barang pada umumnya.

(Baca juga: Kekayaan Bos Shoppe Turun Rp250 Triliun Usai PHK Karyawan)

Mengingat kondisi perekonomian di dunia juga cukup mengkhawatirkan akibat krisis pangan dan energi, bahkan sejumlah negara terancam bangkrut seperti Sri Lanka setelah mengalami lonjakan inflasi. Berikut ini daftar negara terancam bangkrut:

  • Afghanistan
    Afghanistan sempat mengalami krisis ekonomi sejak Amerika Serikat dan sekutunya menarik pasukannya sejak tahun lalu. Kini separuh dari 39 juta penduduk Afghanistan menghadapi krisis pangan. Sejumlah pekerja publik seperti PNS, Dokter, Perawat, Guru juga tidak mendapatkan gaji berkali-kali.
  • Argentina
    Masyarkat Argentina bertahan hidup dari dapur umum lewat program kesejahteraan dan bantuan sosial. Perekonomian Argentina menjadi krisis setelah bank central tidak lagi memiliki cadangan devisa karena lemahnya mata uang Peso.
  • Mesir
    Mesir mengalami inflasi sejak April 2022 sebesar 15% kondisi itu mengakibatkan 103 juta penduduk hidup dalam kemiskinan. Pemerintah Mesir pun kesulitan membayar hutang luar negeri yang menumpuk, terlebih dengan adanya kenaikan suku bunga demi megekang laju inflasi.
  • Laos
    Laos mengalami hutang yang begitu besar bahkan terpaksa mengemis restrukturisasi hutang bernilai miliaran USD Amerika. Bank dunia bahkan mengatakan cadangan devisa Laos tersisa kurang dari dua bulan impor. Mata uang Laos pun jatu sebanyak 30% dan memperburuk situasi negara tersebut.
  • Libanon
    Libanon mengalami krisis ekonomi karena mata uangnya jatuh sehingga 90% lonjakan inflasi pun juga menjadi salah satu faktornya. Libanon menderita krisis ekonomi sejak perang saudara yang panjang dan menghambat pemulihan negara. Bank dunia mengatakan krisis ekonomi negara ini adalah yang terburuk selama lebih dari 150 tahun.
  • Pakistan
    Pakistan terancam mengalami krisis ekonomi seusai adanya lonjakan harga minyak mentah dan bahan pangan lainnya hingga lebih dari 21% karena itu, mata uang Rupee Pakistan merosot 30% terhadap Dollar AS pada tahun lalu.
  • Myanmar
    Pandemi dan ketidak stabilan politik turut menyebabkan krisis ekonomi Myanmar, situasi itu memperparah kondisi negara yang baru saja mengalami kudeta militer pada Februari 2021. Ekonomi Myanmar terkontraksi sebesar 18%, situasi ini semakin tidak terkendali dan bahkan bank dunia tidak mengeluarkan proyeksi untuk Myanmar pada tahun 2022.


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda
Tambahkan Komentar
Sembunyikan Komentar