Aremania Viral Menjadi Sorotan Netizen Gegara Ucapannya Dadang - SEPUTAR IQ
INFORMASI BERITA HARI INI PERISTIWA TERUPDATE

Aremania Viral Menjadi Sorotan Netizen Gegara Ucapannya Dadang

Dadang Aremania Viral Menjadi Sorotan Netizen Gegara Ucapannya.

Kamis (60/10) kemarin, Dadang Aremania menuai sorotan netizen dalam program Mata Najwa, episode terbaru tersebut bertajuk 'Tragedi Kanjuruhan #UsutsampaiTuntas' membahas perihal insiden tragis di Stadion Kanjuruhan usai pertandingan Liga 1 Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Dadang Aremania merupakan salah satu sosok yang mendapat kesempatan untuk mengutarakan pandangan soal tragedi Kanjuruhan. Namun, ucapan Dadang saat menjadi wakil Aremania di Mata Najwa mengundang kontroversi karena seolah akan menutup pintu perdamaian antara suporter Arema dan Persebaya.

Dadang menjawab pernyataan Anci Peci, selaku perwakilan suporter Persebaya yang hendak berkunjung ke Malang dengan tujuan menyampaikan belasungkawa dan bersama-sama dalam satu gerakan mengusut tuntas kasus Kanjuruhan. Jawaban dari Dadang sepertinya tidak memungkinkan suporter Persebaya datang ke Malang.

(Baca juga: Mikel Arteta, Sang Juru Rotasi Skuad Arsenal Bertangan Dingin)

"Tanpa rasa hormat kepada semua Bonek dan kawan-kawan. Kalau pertandingannya bukan melawan Persebaya, kami menyambutnya, tapi ini melawan Persebaya, kami ingin ada gesekan di tingkat akar rumput," tutur Dadang.

Namun, di akhir dialog Dadang mengklarifikasi kata-katanya. Ia mengaku tidak menolak kedatangan Bonek ke Malang.

“Saya ingin klarifikasi bahwa tidak ada penolakan teman-teman Bonek ke Malang. Teman-teman Green Nord telah pergi ke Kanjuruhan bahkan tanpa izin. Masalah lain, tolong kami masih berduka. Mari kita lewati masa berkabung ini hingga 40 hari, lalu kita akan berkomunikasi," ucapnya.

"Masalah yang kami tolak bukan soal kehadiran, tapi soal investigasi menyeluruh. Kami biarkan Aremania bekerja, tanpa mengurangi rasa hormat," sambung Dadang.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda
Tambahkan Komentar
Sembunyikan Komentar